info@ncie.education 0856-258-3961

TOR Lengkap

I. Nama Kegiatan

Pelatihan Pedagogic Skills Manajemen Perkuliahan Berbasis Elearning bagi Dosen di Perguruan Tinggi

II. Latar Belakang

Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah berpengaruh langsung terhadap reformasi dan peningkatan sistem pendidikan, perubahan materi ajar dan, yang dirasakan dampaknya secara langsung, media pembelajaran. Sementara itu, masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan telah menuntut global knowledge yaitu standarisasi pengetahuan lintas insitusi pendidikan yang selalu menyesuaikan perubahan sosial. Pemetaan pendidikan di era global tidak lagi didasarkan pada peta geografis tetapi karakter keilmuan yang dikembangkan. Yang membedakan kuliah antara di USA dan Indonesia, misalnya, bukan lagi karena USA is the first world while Indonesia is the third tetapi pada karakter keilmuannya. Maksudnya, kuliah di Indonesia pun jika karakter keilmuannya seperti di USA yang selalu update dengan perubahan sosial, dalam hal ini teknologi informasi, maka kualitas pendidikannya juga akan me-global. Dua hal diatas, yaitu akomodasi perkembangan teknologi informasi kedalam sistem pendidikan dan demand masyarakat pada global knowledge, mengindikasikan adanya kekurangan pada pendidikan konvensional yang telah berlangsung selama ini. Karenanya, implementasi elearning di perguruan tinggi ini dimaksudkan sebagai steppingstone inovasi pendidikan yang selalu mengakomodir perubahan sosial, dalam hal ini perubahan berupa media pembelajaran elearning.

Berkat perkembangan teknologi informasi milineum kedua, proses pembelajaran konvensional yang selama ini dibatasi oleh ruang dan waktu mengalami proses inovasi. Proses pembelelajaran tidak lagi terpaku seperti pada model konvensional yang hanya bisa diselenggarakan sesuai ruang dan waktu yang sama tetapi bisa dilaksanakan pada ruang yang berbeda dan waktu yang berlainan pula (anywhere and anytime learning and teaching). Awal tahun 2000-an elearning hadir memberikan pembaharuan pola pembelajaran yang berbeda dari model konvensional. Perkuliahan tidak terbatas pada pertemuan di kelas yang berhenti ketika kelas selesai. It is instead a never ending meeting dalam hal selesainya pertemuan kelas tidak menghentikan komunikasi dari dosen ke mahasiswa, mahasiswa ke dosen dan mahasiswa ke mahasiswa. Kalau pertemuan kelas hanya bisa terjadi jika dosen dan mahasiswa sepakat bertemu di waktu dan ruang yang sama (the same place and time), pertemuan di elearning tidak perlu ada penjadwalan berdasarkan waktu dan tempat yang sama karena pertemuan bisa terjadi pada waktu dan tempat yang berbeda (different time and place). Kapan saja mahasiswa bisa berkomunikasi dengan temannya dan dosennya, begitu pula sebaliknya dosen bisa berkomunikasi dengan mahasiswanya.

Dalam penelitiannya mengenai cognitive neuroscience pada anak-anak yang belajar dengan menggunakan komputer, Gazzaniga et.al. (2013) menemukan bahwa mereka yang tumbuh dan berkembang dengan komputer memiliki cara pikir hypertext minds yang berbeda dari sebagian anak-anak lainnya, yaitu cara pikir yang mempersepsikan informasi baru sebagai jejaring yang membentuk satu unit navigasi yang sewaktu-waktu mereka bisa melaluinya sendiri bukan dengan cara yang diindoktrinasi melainkan dengan menggunakan cara yang mereka buat sendiri. Kreatifitas anak-anak masa sekarang tidak akan bisa berkembang dengan baik ketika diwadahi dalam satu sistem pendidikan konvensional yang selalu mengajarkan proses yang linear. Menurut Moore (2013), proses linear yang mendominasi sistem pendidikan sekarang ini sebenarnya menghambat proses belajar bagi mereka yang cara kerja otaknya seperti games and web-surfing process. Karena itu, proses pembelajaran akademis harus menemukan cara inovatif yang mampu menarik minat mahasiswa dalam belajar. Sehingga proses pembelajaran perlu ditransformasikan sesuai dengan era teknologi yang dialami langsung oleh mahasiswa sekarang ini. Implikasinya, kegemaran mahasiswa pada games and web surfing yang selama ini dianggap menjadi tantangan karena mengganggu konsentrasi mahasiswa pada setiap mata kuliah yang diambil bukan untuk dieliminasi tetapi justru ruh kegemaran ini diakomodasikan kedalam pengelolaan mata kuliah sehingga kecintaaan mahasiswa pada setiap mata kuliah tumbuh kembali.

Urgensi pembelajaran berbasis elearning seperti digambarkan diatas tidak dimaksudkan untuk meninggalkan atau bahkan mengganti model pembelajaran konvensional yang telah ada tetapi lebih dititikberatkan pada perbaikan pola yang telah ada. Al-muhafadhotu ala al-qodimi al-sholih wa al-akhdu bi al-jadiidi al-ashlaah (menjaga hal yang baik dari model konvensional dan mengambil yang lebih baik dari model kontemporer) mesti menjadi slogan dalam implementasi elerning di perguruan tinggi. Dengan kata lain, hal yang baik dari proses pembelajaran konvensional yang sudah lama ada tetap dipelihara atau dilestarikan, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mengadopsi pola baru yang ternyata banyak memberi manfaat bagi perbaikan sistem pendidikan. Intinya, elearning dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi bukan untuk mengganti tatap muka, tetapi mendampingi pertemuan kelas supaya proses pembelajaran tetap berlanjut sekalipun pertemuan di kelas sudah selesai. Pola pembelajaran seperti ini, perpaduan antara model pembelajaran face-to-face dan on-line, yang banyak dikembangkan di berbagai perguruan tinggi di Barat sering disebut dengan blended learning.

NCIE (National Consortium for Implementing Elearning), sebagai tim ahli pengembangan elearning Direktorat Pendidikan Tinggi Kemenag, hadir mempromosikan penerapan elearning dengan biaya yang sangat terjangkau (affordable) sekaligus penerapan teknologi elearning yang mudah (uncomplicated). NCIE menawarkan training untuk melatih para dosen mahir mengoperasikan elearning untuk kebutuhan perkuliahan mulai dari persiapan, pelaksanaan  sampai dengan evaluasi perkuliahan. Tidak seperti website, blog dan media sejenisnya yang hanya mampu untuk meng-upload materi perkuliahan, elearning mampu mewujudkan interaksi intensif antara dosen-mahasiswa dan antar sesama mahasiswa dalam mengkomunikasikan setiap topik perkuliahan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu (anywhere and anytime interaction) yang dalam interaksi tersebut tersedia fasilitas untuk saling menilai (peer assessment) dan bahkan menilai diri sendiri (self assessment). Disamping itu, disain elearning yang diberlakukan NCIE bisa difungsikan sebagai sarana ujian online (online evaluation) dimana pengelolaan nilai bisa dilakukan secara online dan mahasiswa bisa mengkilas balik (review) hasil ujian untuk mengetahui mana jawaban yang salah dan benar atau mana jawaban yang tepat dan kurang tepat. Intinya, tawaran pelatihan elearning oleh NCIE lebih dititikberatkan pada pedagogic skills para dosen dalam me-manage mata kuliah secara online yang kegunaannya bukan untuk mengganti tetapi mem-back up pertemuan kelas. The NCIE has deliberately designed elearning not to take over but back up the face-to-face meeting in the class as a means to achieve a blended learning, i.e. a hybrid learning of face-to-face and online meetings.

III. Tujuan

Pelatihan ini bertujuan untuk (1) mensosialisasikan urgensi elearning bagi peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi dan (2) membekali kemampuan pedagogik (pedagogic skills) dosen dalam me-manage perkuliahan berbasis elearning.

IV. Output

Bagi perguruan tinggi penyelenggara pelatihan, output dari kegiatan ini adalah (1) tersedianya layanan database elearning yang bisa diakses secara online oleh publik dari belahan dunia manapun. Sedangkan bagi peserta pelatihan adalah (2) tersedianya mata kuliah yang sistem perkuliahannya dikelola melalui elearning.

Untuk merealisasikannya, pelatihan akan membekali peserta dengan kompetensi dalam me-manage mata kuliah berbasis elearning yang dijabarkan melalui sepuluh indikator, yaitu peserta pelatihan mampu:

  1. me-setting mata kuliah secara online,
  2. memproses materi perkuliahan secara online,
  3. membuat kelas paralel secara online,
  4. membuat link untuk mengumpulkan tugas secara online,
  5. membuat forum tanya jawab dan diskusi online,
  6. berinteraksi sosial dengan mahasiswa secara online,
  7. mengintegrasikan social media seperti Twitter dan Facebook ke dalam mata kuliah,
  8. membuat evaluasi hasil belajar secara online,
  9. mengoreksi tugas dan ujian mahasiswa secara online, dan
  10. mengolah nilai hasil belajar mahasiswa secara online berdasarkan pedoman akademik masing-masing perguruan tinggi.

V. Peserta

Supaya kegiatan ini berjalan secara efektif, jumlah peserta per kelas dibatasi maksimal 40 orang yang akan dibagi menjadi 4 kelompok kecil. Apabila jumlah peserta yang akan mengikuti training elearning lebih dari 40 orang, sebaiknya peserta dibagi ke dalam beberapa angkatan yang masing-masing angkatan terdiri dari maksimal 40 orang dan akan mendapatkan pelatihan selama dua hari (20 JPL).

VI. Persayaratan Peserta

Demi kelancaran pelatihan, peserta pelatihan dipersyaratkan untuk membawa:

  1. Laptop, mouse dan modem yang terkoneksi dengan internet (untuk mengantisipasi jika di kampus/tempat pelatihan jaringan internetnya lambat atau bahkan tidak ada fasilitas internet/wifi sama sekali).
  2. Materi perkuliahan dalam bentuk softcopy meliputi: silabus, course outline atau Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan handouts atau bahan ajar.
  3. Naskah soal tes tulis dalam bentuk softcopy yang diberikan sewaktu UTS dan UAS baik yang berjenis: pilihan ganda (multiple choice), isian singkat ataupun uraian (essay).
  4. Minimal dua tema diskusi yang dideskripsikan dengan jelas untuk setiap mata kuliah yang diampu.

VII. Jadwal Kegiatan

Kegiatan training ini dilaksanakan selama dua hari dengan distribusi materi ajar sebagai berikut:

JPL Pukul Materi Keterangan
Hari Ke-1
1 08:00 – 08:45 Presentasi: Me-manage matakuliah berbasis elearning Pengalaman penerapan elearning di universitas di USA, Canada dan Australia

Kontrak belajar dan outline pelatihan

2 08:45 – 09:30
3 09:30 – 10:15 Pengalaman sebagai mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan berbasis elearning 1.  Manajemen elearning: admin, manager dan user (dosen, mahasiswa dan tamu)

2.  Peserta diberikan kesempatan menjadi mahasiswa dengan mengakses http://elearning.ncie.education menuju ke mata kuliah PELATIHAN ELEARNING

3.  Peserta mulai mengakses materi training online.

4.  Peserta mencoba semua features yang ada di elearning mulai dari men-download materi pembelajaran, forum tanya-jawab, forum diskusi, berkirim sms, mengisi komentar dan mengerjakan quiz/ujian online.

10:15 – 10:30 Coffee Break
4 10:30 – 11:15 Men-setting mata kuliah (1) 1.   Settingan secara umum (course outline)

2.   Cara mahasiswa mendaftar mata kuliah (manual and self enrolment)

11:15 – 12:15 LUNCH and PRAYING BREAK
5 12:15 – 13:00 Men-setting mata kuliah (2) 1.  Mata kuliah untuk kelas parallel (satu mata kuliah untuk beberapa kelas)

2.  Block penting dalam mata kuliah (comment, online users, message dll)

6 13:00 – 13:45 Learning Resources (1) Meng-upload file ke mata kuliah (handouts dan materi kuliah lainnya).
7 13:45 – 14:30 Learning Resources (2) Membuat link untuk menyerahkan tugas secara online.
8 14:30 – 15:15 Learning Activities (1) Membuat pengumuman online
15:15 – 15:30 Afternoon Tea
9 15:30 – 16:15 Learning Activities (2) Membuat forum tanya jawab online
10 16:15 – 17:00 Learning Activities (3) Membuat forum diskusi online
Hari Ke-2
11 08:00 – 08:45 Ulasan materi hari pertama Klarifikasi permasalahan yang dihadapi peserta terkait materi hari pertama.
12 08:45 – 09:30 Learning Activities (4) Membuat forum chatting
13 09:30 – 10:15 Learning Activities (5) Making quiz online and exam online
10:15 – 10:30 Coffee Break
14 10:30 – 11:15 Men-setup nilai 1.  Peserta memberikan penilain secara online terhadap diskusi dan ujian online.

2.  Peserta men-setting persentase penilaian sesuai pedoman akademik perguruan tinggi.

11:15 – 12:00 LUNCH and PRAYING BREAK
15 12:00 – 13:00 Men-download nilai Peserta men-download nilai mahasiswa dalam bentuk excel.
16 13:00 – 13:45 Integrasi social media ke dalam mata kuliah online Peserta mengintegrasikan TWITTER dan FACEBOOK ke elearning
17 13:45 – 14:30 Standar Mutu dan Penjaminan Mutu Elearning Pengecekan elearning pada setiap mata kuliah dosen peserta pelatihan untuk memastikan bahwa elearning mata kuliah tersebut benar-benar telah memenuhi STANDAR MUTU dan PENJAMINAN MUTU ELEARNING dan siap untuk diakses oleh mahasiswa bukan hanya untuk mendownload materi perkuliahan tetapi juga untuk komunikasi dalam bentuk tanya jawab dan diskusi, untuk menyerahkan tugas, mengerjakan ujian secara online dan mengelola nilai mahasiswa secara online.
18 14:30 – 15:15 Presentasi elearning karya peserta (1) Perwakilan kelompok 1 mempresentasikan karya elearningnya sementara peserta yang lain menjadi mahasiswa.
15:15 – 15:30 Afternoon Tea
19 15:30 – 16:15 Presentasi elearning karya peserta (2) Perwakilan kelompok 2 mempresentasikan karya elearningnya sementara peserta yang lain menjadi mahasiswa.
20 16:15 – 17:00 Penutup Debriefing materi hari kedua diikuti dengan klarifikasi permasalahan yang dihadapi peserta terkait materi hari kedua. Sekaligus ikrar bersama berupa komitmen setiap peserta untuk membantu mensosialisasikan penerapan elearning pada dosen lainnya.

 

VIII. Biaya Kegiatan

Gambaran biaya pelatihan per-angkatan sebagai berikut:

No Item Total
1 Honorarium Tim Trainer selama 2 hari Rp 12,000,000
2 Instalasi dan/atau setting elearning untuk perguruan tinggi penyelenggara pelatihan elearning Rp. 7,000,000
3 Biaya hosting database elearning selama 1 tahun bagi perguruan tinggi penyelenggara yang belum memiliki server elearning Rp. 2,000,000
4 Buku Panduan Elearning (Manajemen Perkuliahan Berbasis Elearning di Perguruan Tinggi) @ Rp. 40,000 Sesuai kebutuhan ditanggung institusi yang mengundang NCIE
5 Transportasi, akomodasi dan konsumsi Tim Trainer selama di pelatihan Sesuai kebutuhan ditanggung institusi yang mengundang NCIE
T O T A L item 1 dan 2 Rp. 19,000,000*

[*] Biaya bersih sudah dipotong pajak. 

VIII. Trainer

Trainer dalam pelatihan ini adalah Tim Elearning dari NCIE (National Consortium for Implementing Elearning) yang merupakan tim ahli pengembangan elearning Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Agama yang telah berpengalaman mengembangkan elearning sebagai model perkuliahan di banyak perguruan tinggi yang tersebar dari Aceh di bagian barat sampai dengan Ternate di bagian timur.

IX. Pemesanan Training

Pemesanan training bisa dilakukan secara online dengan cara mengeklik link berikut ini: http://ncie.education/index.php/reservasi/

Copyrights © NCIE 2013

Address: KANTOR CDIE, Gedung Tarbiyah Lt. 3 R. 308, UIN SUKA, Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281